Yuli : Ikan "Koyo" Segar Aman Dikonsumsi

Hukrim & Peristiwa 11 Jul 2026 07:51 2 min read 34 views By Udin Syam
Yuli : Ikan "Koyo" Segar Aman Dikonsumsi
"Koyo" atau upwelling kembali melanda perairan Ranu Klakah, Kabupaten Lumajang.

LUMAJANG (PI) - Fenomena alam tahunan yang dikenal dengan istilah "Koyo" atau upwelling kembali melanda perairan Ranu Klakah, Kabupaten Lumajang.

Peristiwa menyusutnya kadar oksigen di dalam danau tersebut membuat ikan-ikan bermunculan ke permukaan air, yang seketika memicu panen massal oleh warga setempat sekaligus memaksa pembudidaya keramba memanen ikannya lebih awal.

Bagi warga sekitar, fenomena itu membawa keuntungan tersendiri. Masyarakat berbondong-bondong menangkap ikan segar, seperti ikan nila dan udang, dengan sangat mudah.

Akibat melimpahnya tangkapan yang harus segera dijual sebelum mati, membuat harga ikan nila di pasaran anjlok dari harga normal yang berkisar Rp 30.000 hingga Rp 35.000 per kilogram.

Di sisi lain, kondisi itu menjadi tantangan berat bagi para pembudidaya ikan sistem keramba. Mereka harus mengambil langkah cepat dengan memanen ikan nila yang sebenarnya belum mencapai ukuran ideal.

Keputusan itupun terpaksa diambil demi mencegah kerugian lebih besar, karena kondisi ikan yang terus melemah.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Yuli Harismawati, secara tegas membantah isu pencemaran tersebut diakibatkan oleh limbah perairan.

"Ikan yang terdampak fenomena Koyo tetap aman dikonsumsi selama masih dalam kondisi segar. Penyebab ikan muncul ke permukaan murni karena berkurangnya kandungan oksigen terlarut secara alami, bukan karena limbah ataupun racun," tegas Yuli, Jum'at (10/7/2026).

Penjelasan itu diharapkan bisa meluruskan misinformasi di tengah masyarakat, sekaligus sebagai edukasi terkait ekosistem danau.

"Fenomena Koyo atau upwelling ini telah menjadi siklus puluhan tahun di Ranu Klakah. Itu bukti bahwa warga telah lama belajar memahami dan beradaptasi dengan tanda-tanda perubahan alam di wilayahnya," pungkasnya. (Adam Si Jago).